SJA TEXTILE – Kalau kamu berencana ingin memulai bisnis fashion, pahami dulu beberapa istilah kain karena hal ini akan menentukan hampir semua keputusan produksi.
Mulai dari memilih bahan, bernegosiasi dengan supplier, sampai menulis deskripsi produk, semuanya bergantung pada istilah-istilah ini.
Kalau salah paham di tahap awal, ini akan berisiko karena kain yang dipesan tidak sesuai bayangan, baju menyusut setelah dicuci, atau warna luntur di tangan pelanggan.
Karena itu, sebelum memutuskan belanja, pahami dulu 15 istilah berikut, lengkap dengan contoh dan tips yang bisa langsung dipraktikkan.
Istilah Karakter Kain
1. GSM / Gramasi
GSM (grams per square meter) adalah berat kain per satu meter persegi. Secara sederhana, makin besar angkanya, makin tebal dan berat kainnya.
Sebagai gambaran, kaos harian umumnya berada di kisaran 140–160 gsm, sedangkan kaos yang terasa lebih tegas dan semi-premium biasanya 170–190 gsm.
Selain soal ketebalan, GSM juga memengaruhi drape, opasitas, dan ketahanan kain. Cara cek sederhananya, timbang potongan kain 10 × 10 cm lalu kalikan 100.
Sebagai contoh, Bamboo Skin di SJA Textile berada di kisaran 170–180 gsm.
2. Drape
Drape adalah cara kain jatuh dan mengalir di tubuh. Kain dengan drape cair terasa mengalir seperti air, sedangkan kain dengan drape kaku terlipat tegas dan menahan bentuk.
Tes mudahnya, pegang satu sudut kain lalu biarkan jatuh secara alami. Hasilnya langsung memberi gambaran apakah kain cocok untuk gamis yang mengalir atau kemeja yang berstruktur.
3. Breathable
Breathable berarti kain memungkinkan udara dan uap keringat bersirkulasi. Di iklim tropis, istilah ini jadi kriteria utama, terutama untuk baju anak, baju tidur, dan baju olahraga.
Kain yang kurang breathable memerangkap panas, sehingga pemakainya cepat gerah dan lembap.
4. Handfeel
Handfeel adalah kesan kain saat disentuh: lembut, licin, kasar, kering, atau seperti sutra.
Meski terdengar subjektif, handfeel sangat memengaruhi persepsi kualitas. Karena itu, brand yang menjual lewat online sebaiknya menjelaskan handfeel dengan kata-kata konkret, bukan sekadar “lembut”.
5. Stretch (2-way dan 4-way)
Stretch adalah kemampuan kain melar lalu kembali ke bentuk semula. Pada 2-way stretch, kain umumnya melar ke satu arah (biasanya ke arah lebar), sedangkan 4-way stretch melar ke semua arah, baik lebar maupun panjang.
Kemampuan ini biasanya berasal dari tambahan serat elastis seperti elastane. Bamboo Skin, misalnya, berkomposisi 95% serat bambu Tanboocel dan 5% elastane, sehingga lebih stretchy dibanding kain tanpa elastane.
Istilah Serat dan Material
6. Selulosa
Selulosa adalah senyawa penyusun dinding sel tumbuhan, dan jadi bahan dasar banyak serat tekstil.
Katun dan linen termasuk serat selulosa alami. Sementara itu, rayon, viscose, modal, dan lyocell adalah serat selulosa yang diolah ulang dari pulp kayu atau tanaman lain.
7. Regenerat
Serat regenerat dibuat dengan melarutkan selulosa, lalu membentuknya kembali menjadi serat baru.
Karena berasal dari tanaman tetapi melewati proses kimia, kategori ini sering disebut semi-sintetis.
Contohnya viscose, modal, dan lyocell, termasuk Pivoine Lyocell dan Cloud Modal. Untuk perbandingan lengkapnya, baca artikel kami tentang bedanya viscose dan lyocell.
8. Staple Fiber
Staple fiber adalah serat pendek yang dipintal menjadi benang, berbeda dengan filament yang berupa serat panjang menerus.
Katun dan banyak serat modal adalah staple fiber. Karena dipintal, benangnya punya ukuran yang dinyatakan dalam angka seperti 30s atau 40s.
Semakin besar angkanya, semakin halus benangnya, itulah kenapa Cloud Modal Micro 40s terasa lebih ringan dibanding Cloud Modal 30s.
Istilah Struktur Kain
9. Knit
Knit adalah kain rajut, dibuat dari benang yang saling mengait membentuk lengkungan (loop).
Struktur ini membuat kain lentur dan nyaman, sehingga sering dipakai untuk kaos, baju bayi, dan loungewear. Bamboo Skin dan kain jersey termasuk kategori knit.
10. Woven / Twill
Woven adalah kain tenun, dibuat dari dua kelompok benang yang saling menyilang tegak lurus. Hasilnya lebih stabil, lebih rapi, dan tidak semelar knit.
Twill adalah salah satu jenis tenunan dengan pola garis diagonal, dikenal lebih kokoh dan jatuh rapi.
Di SJA Textile, Shelby Twill termasuk contoh kain dengan struktur ini, cocok untuk gamis atau kemeja yang butuh bentuk yang tegas.
Jadi, kalau ingin baju yang lentur dan santai, pilih knit. Sebaliknya, kalau ingin tampilan rapi dan berstruktur, woven biasanya lebih tepat.
Istilah Perilaku Kain Setelah Dicuci
11. Shrinkage
Shrinkage adalah penyusutan kain setelah dicuci. Rumus sederhananya: (ukuran awal − ukuran setelah cuci) ÷ ukuran awal × 100%.
Dalam praktik, banyak brand menargetkan penyusutan maksimal sekitar 5%. Meski begitu, angka ini bisa berbeda tergantung jenis produk dan kesepakatan dengan supplier.
Selain itu, serat selulosa seperti viscose cenderung lebih rentan menyusut dibanding modal atau lyocell, jadi pilihan bahan ikut memengaruhi risiko ini.
12. Pre-washed
Pre-washed berarti kain sudah dicuci terlebih dahulu sebelum dijahit atau dijual, sehingga penyusutan dan sisa proses produksi berkurang sebelum sampai ke konsumen.
Kalau kain belum pre-washed, sebaiknya brand mencuci sample sendiri dulu, lalu mengukur perubahannya sebelum memutuskan pola dan ukuran.
Istilah untuk Memesan dan Menguji Kain
13. MOQ
MOQ (minimum order quantity) adalah jumlah pesanan minimum yang diterima supplier atau produsen.
Angka ini bisa berlaku per warna atau per model, jadi jangan hanya melihat angka besarnya.
Selain itu, ada istilah terkait seperti MCQ (minimum cutting quantity) dan MDQ (minimum dyeing quantity) yang kadang berbeda dari MOQ utama. Sebelum memesan, tanyakan semuanya secara spesifik, terutama kalau modal masih terbatas.
14. Swatch
Swatch adalah potongan kecil kain contoh untuk mengecek warna, tekstur, handfeel, dan drape sebelum memesan dalam jumlah besar.
Dengan swatch, brand bisa mencuci, menarik, dan menyentuh kain secara langsung. Dengan begitu, risiko salah pilih bisa ditekan jauh sebelum produksi massal dimulai.
15. Colorfastness
Colorfastness adalah ketahanan warna kain terhadap pencucian, gosokan, dan cahaya.
Pengujiannya memakai skala: wash dan rub fastness dinilai 1–5, sedangkan light fastness 1–8, dan makin tinggi angkanya makin baik.
Tes sederhana di rumah: gosok kain berwarna pada kain putih yang dibasahi, lalu lihat apakah warnanya berpindah.
Untuk kain baju anak, ketahanan warna penting karena baju sering terkena keringat dan dicuci berulang.
Ringkasan 15 Istilah Kain dalam Satu Tabel
| No | Istilah | Artinya Singkat | Kenapa Penting |
| 1 | GSM | Berat kain per m² | Menentukan ketebalan dan kesan kualitas |
| 2 | Drape | Cara kain jatuh | Menentukan siluet baju |
| 3 | Breathable | Sirkulasi udara baik | Kenyamanan di iklim tropis |
| 4 | Handfeel | Rasa saat disentuh | Persepsi kualitas produk |
| 5 | Stretch | Kemampuan melar | Kenyamanan gerak dan fit |
| 6 | Selulosa | Senyawa dasar serat tanaman | Dasar memahami keluarga serat |
| 7 | Regenerat | Serat diolah ulang dari selulosa | Membedakan viscose, modal, lyocell |
| 8 | Staple fiber | Serat pendek yang dipintal | Memengaruhi kehalusan benang |
| 9 | Knit | Kain rajut | Lentur, cocok untuk kaos |
| 10 | Woven/twill | Kain tenun | Rapi dan berstruktur |
| 11 | Shrinkage | Penyusutan setelah cuci | Menghindari baju kekecilan |
| 12 | Pre-washed | Dicuci sebelum diproduksi | Mengurangi risiko susut |
| 13 | MOQ | Pesanan minimum | Menentukan modal awal |
| 14 | Swatch | Potongan kain contoh | Uji sebelum produksi massal |
| 15 | Colorfastness | Ketahanan warna | Mencegah luntur dan komplain |
FAQ Seputar Istilah Kain
GSM adalah singkatan dari grams per square meter, yaitu ukuran berat kain per satu meter persegi. Semakin tinggi angkanya, semakin tebal dan berat kainnya.
Drape adalah cara kain jatuh dan mengalir saat dipakai atau digantung. Kain berdrape cair terasa mengalir, sedangkan kain berdrape kaku menahan bentuknya.
Knit adalah kain rajut yang lentur karena dibuat dari benang yang saling mengait, sedangkan woven adalah kain tenun dari benang yang menyilang tegak lurus sehingga lebih stabil dan berstruktur.
MOQ adalah jumlah pesanan minimum yang diterima supplier atau produsen, dan sering berlaku per warna atau per model.
Penyusutan terjadi karena serat kain relaks dan mengerut setelah terkena air dan panas. Karena itu, pilihan bahan, proses pre-washed, dan cara mencuci sesuai care label sangat berpengaruh.
Kalau masih ragu menerjemahkan istilah ini ke kebutuhan produk, tim fabric consultant SJA Textile siap membantu memilih kain yang tepat sebelum produksi dimulai.



