SJA TEXTILE – Setiap tahun, momen Lebaran selalu menjadi peak season bagi industri fashion. Namun, tidak sedikit brand owner yang justru mengalami kegagalan saat produksi baju Lebaran.
Padahal desain sudah menarik dan konsep sudah matang. Faktanya, masalah utama sering kali bukan terletak pada model, melainkan pada pemilihan kain.
Lebaran bukan hanya soal menampilkan look baju lebaran yang bagus, tetapi juga tentang kenyamanan saat dipakai seharian.
Tanpa disadari, di sinilah banyak brand owner mulai kehilangan kepercayaan customer.
1. Salah Pilih Kain, Baju Lebaran Jadi Panas dan Tidak Nyaman
Masalah paling sering terjadi dalam produksi baju Lebaran adalah salah memilih kain.
Banyak brand hanya fokus pada tampilan luar tanpa mempertimbangkan karakter kain saat dipakai lama.
Akibatnya, baju terasa panas, tidak breathable, dan membuat pemakai tidak nyaman saat silaturahmi atau beraktivitas seharian.
Ketika customer merasa tidak nyaman, mereka cenderung tidak akan membeli ulang, meskipun desain bajunya menarik.
Dengan kata lain, kenyamanan adalah kunci utama kepuasan customer Lebaran.
2. Model Sudah Bagus, Tapi Kain Tidak Mendukung
Tidak sedikit brand owner yang sudah mengeluarkan effort besar untuk desain—mulai dari riset tren hingga detail potongan.
Namun sayangnya, kain yang dipilih tidak mendukung model tersebut.
Misalnya, desain gamis yang seharusnya jatuh lembut justru terlihat kaku, atau dress Lebaran yang seharusnya flowy malah terasa berat.
Akibatnya, hasil akhir tidak sesuai ekspektasi dan terlihat kurang premium.
Di titik ini, brand sering kali kehilangan value, padahal kesalahan utamanya ada pada pemilihan bahan.
3. Produk Lebaran Tidak Repeat Order
Masalah paling krusial dari produksi baju Lebaran yang gagal adalah tidak adanya repeat order.
Customer mungkin membeli karena desainnya menarik, tetapi tidak kembali karena pengalaman pakainya kurang nyaman.
Ingat, customer yang membeli baju Lebaran tidak hanya membeli untuk satu hari.
Mereka mencari baju yang bisa dipakai lama, nyaman, dan tetap layak digunakan setelah Lebaran.
Jika kain tidak memenuhi ekspektasi tersebut, brand akan sulit membangun loyalitas.
Lebaran Bukan Hanya Soal Desain, Tapi Kain Menentukan Kepuasan Customer
Di sinilah banyak brand owner mulai menyadari bahwa kain adalah fondasi utama dalam produksi baju Lebaran.
Desain bisa menarik perhatian, tetapi kainlah yang menentukan apakah customer akan puas atau tidak.
Oleh karena itu, brand yang sukses di koleksi Lebaran biasanya lebih fokus pada:
- Kenyamanan kain
- Karakter jatuh bahan
- Kesesuaian kain dengan target market
Solusi dariToko Kain Bandung SJA Textile
Sebagai partner yang terbaik untuk fashion business owner, SJA Textile menghadirkan pilihan kain Lebaran yang telah teruji secara kualitas dan kenyamanan, di antaranya:

Cloud Modal & Cloud Modal Micro
Super lembut, adem, dan ideal untuk gamis serta inner dress.|

Aeroveil Viscose
Flowing, breathable, dengan tampilan elegan untuk dress dan tunik Lebaran.

Kujira Linen Crepe
Memberikan kesan natural, ringan, dan modern untuk koleksi Lebaran pria maupun wanita.

Almira Luxurious Crepe
Cocok untuk gamis dan dress Lebaran dengan tampilan anggun dan premium.

Dobby Tenun Series
Kain katun dobby dengan ketebalan benang 40s menghasilkan bahan yang adem, breathable, nyaman dan look premium.
Lihat koleksi lebaran 2026 selengkapnya, klik di sini.
Dengan memilih kain yang tepat sejak awal, maka peluang omset meledak saat menjual koleksi baju lebaran pun bisa terjadi.
Konsultasikan kebutuhan kain Lebaran kamu bersama Fabric Consultant dan Fashion Advisor SJA Textile sebelum produksi, hubungi kami sekarang!***



