Ada pertanyaan?

Isi form singkat, tim kami segera hubungi.

Cara Bikin Sample Baju Sebelum Produksi Massal untuk Brand Fashion Pemula

SJA TEXLAB – Kalau kamu brand fashion pemula harus tahu cara bikin sample baju i sebelum masuk ke tahap produksi massal.

Untuk brand fashion pemula, proses sampling membantu memastikan desain, ukuran, bahan, dan hasil sebelum produksi massal.

Di SJA Texlab, proses bikin sample baju dibuat lebih terarah dengan adanya jasa fabric consultant, fashion advisor. dan production team.

Kamu bisa mulai dari pemilihan kain, konsultasi desain, hingga lanjut ke produksi baju dalam satu tempat.

Jadi, kamu tidak perlu bingung mencari vendor berbeda untuk setiap tahap.

Kenapa Sample Baju Itu Penting?

Pertama, sample baju berfungsi sebagai acuan utama sebelum produksi massal.

Dari sample ini, kamu bisa melihat dan cek apakah desain sudah sesuai, cuttingnya nyaman, dan apakah bahan yang dipilih cocok dengan model baju.

Selain itu, sample juga membantu mengurangi risiko kesalahan produksi.

Jadi, sebelum produksi massal, kamu bisa mengecek detail desain baju seperti panjang baju, bentuk lengan, kerah, ukuran, hingga hasil jahitan.

1. Siapkan Referensi Desain

Pertama-tama, siapkan dulu referensi desain baju yang ingin kamu produksi.

Di SJA Texlab, kamu bisa membawa referensi sendiri yang berupa moodboard, sketsa, atau foto.

Tapi, kalau kamu belum punya desain yang dirasa cocok, kamu bisa melihat-lihat sample baju yang ada di store.

Selain itu, SJA Texlab juga menyediakan jasa fashion designer. Layanan ini cocok banget buat brand fashion pemula yang masih cari visual identity.

Nggak perlu khawatir hasilnya tidak sesuai karena ada garansi revisi minor 1x biar hasilnya benar-benar sesuai keinginan kamu.

Tahap ini penting banget untuk brand fashion pemula karena desain tidak hanya harus bagus secara visual, tetapi juga harus realistis untuk diproduksi.

2. Pilih Kain yang Disediakan SJA Texlab

Untuk pembuatan sample, produksi, dan printing, kain yang digunakan harus kain dari SJA Texlab.

Dengan begitu, proses produksi lebih aman dan mudah karena tim produksi sudah mengenal karakter kain dengan baik.

3. Tentukan Ukuran dan Detail Produksi

Ukuran detail produksi bisa mengikuti request sendiri atau menggunakan standar ukuran dari SJA Texlab.

Selain itu, tim SJA Texlab juga bisa membantu mencari aksesoris seperti renda, bordir, atau detail tambahan lain yang diperlukan..

Namun, pemasangan aksesoris akan dikenakan fee tambahan.

4. Masuk ke Proses Pembuatan Sample

Setelah kain dan desain sudah fix, proses pembuatan sample bisa dimulai. Estimasi pengerjaan sample kurang lebih 2-3 minggu.

Untuk fee sample, basic design seperti kemeja, top, blouse, skirt, dan pants mulai dari Rp300.000.

Sementara itu, untuk dress, inner dress, abaya, dan kaftan mulai dari Rp400.000.

Fee ini hanya untuk jasa, belum termasuk bahan.

5. Review Sample Sebelum Produksi Massal

Setelah sample selesai, kamu bisa melakukan review. Pada tahap ini, perhatikan fit, ukuran, kenyamanan, hasil jahitan, dan kecocokan bahan dengan desain.

Jika sample sudah sesuai, barulah kamu bisa lanjut ke tahap produksi massal.

Di SJA Texlab, MOQ produksi dimulai dari 12 pcs untuk 1 desain baju, dengan request maksimal 2 ukuran dan 2 warna.

6. Lanjut Produksi Baju

Jika sample sudah cocok dan sesuai, kamu bisa lanjut melakukan produksi massal.

Proses running produksi membutuhkan estimasi sekitar 3–4 minggu. Karena itu, brand fashion pemula sebaiknya menyiapkan timeline produksi lebih awal.

Dengan alur seperti ini, proses produksi baju jadi lebih rapi, terkontrol, dan minim risiko.

Melalui SJA Texlab, proses sampling hingga produksi bisa dilakukan lebih efisien dalam satu tempat one stop fabric solution, hubungi kami sekarang!

Share this :