Ada pertanyaan?

Isi form singkat, tim kami segera hubungi.

Jangan Salah, Begini Cara Hitung HPP Fashion dari Kain hingga Harga Jual yang Menguntungkan

SJA TEXTILE – Banyak pemilik brand fashion pemula gagal berkembang karena satu alasan klasik, mereka tidak memahami cara hitung HPP dengan benar.

Akibatnya, mereka menetapkan harga jual asal-asalan, margin keuntungan tergerus tanpa disadari, dan bisnis perlahan kehilangan arah.

Padahal, cara hitung HPP (Harga Pokok Produksi) merupakan fondasi paling dasar yang menentukan apakah brand fashion akan untung, impas, atau justru merugi setiap kali produk terjual.

Dalam industri fashion, perhitungan HPP tidak cukup hanya mengukur harga kain per meter.

Kamu harus memperhitungkan biaya jahit, sablon, label, hingga kemasan agar angka HPP benar-benar mencerminkan biaya produksi yang sesungguhnya.

Apa Itu HPP dalam Bisnis Fashion?

HPP adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi satu unit produk hingga siap dijual.

Dalam konteks bisnis fashion, HPP mencakup semua biaya mulai dari harga kain, ongkos tukang jahit, biaya produksi, hingga kemasan brand.

Selain itu, mengetahui HPP secara akurat membantu kamu menentukan harga jual yang kompetitif tanpa mengorbankan margin keuntungan.

Komponen Utama HPP Fashion

Sebelum masuk ke rumus, kenali dulu tiga komponen utama yang membentuk HPP:

  1. Biaya Bahan Baku Langsung Komponen pertama mencakup kain utama, kain furing/lining, kancing, resleting, benang, dan elastis.

Kamu perlu menghitung kebutuhan bahan per produk, bukan per roll, agar perhitungan lebih presisi.

  • Biaya Tenaga Kerja Langsung

Bagian ini mencakup ongkos potong, jahit, obras, dan finishing. Kalau kamu menggunakan jasa konveksi, biaya ini biasanya dihitung per potong dengan istilah CMT (Cut, Make, Trim).

  • Biaya Overhead Produksi

Selanjutnya, masukkan biaya pendukung seperti listrik, penyusutan mesin jahit, hingga biaya tambahan seperti sablon, bordir, atau washing.

Selain ketiga komponen di atas, jangan lupakan biaya-biaya kecil yang sering terlewat seperti hangtag, label brand, plastik kemasan, dan polybag.

 Walaupun nilainya kecil per unit, totalnya bisa cukup signifikan ketika produksi dalam jumlah banyak.

Rumus Cara Hitung HPP Fashion

Rumus dasarnya sebenarnya cukup sederhana:

HPP per Unit = (Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead) ÷ Jumlah Unit Diproduksi

Contoh Cara Hitung HPP untuk Satu Kaos

Agar lebih mudah dipahami, mari simulasikan perhitungan HPP satu kaos dengan asumsi mengacu pada panduan Karunia Textile dan Knitto:

KomponenDetailBiaya
Kain cotton combed 30s0,8 kg × Rp 110.000Rp 88.000
Biaya jahit (CMT)1 kaosRp 25.000
Sablon DTF1 desain depanRp 15.000
Hangtag + label brand—Rp 2.000
Polybag kemasan—Rp 1.000
Total HPP per UnitRp 131.000

Setelah HPP diketahui, langkah berikutnya adalah menetapkan margin keuntungan. Brand kecil umumnya menggunakan margin 30%–50%, sedangkan brand retail bisa mengambil 50%–100%. Sebagai contoh, dengan margin 50%:

Harga Jual = Rp 131.000 + (50% × Rp 131.000) = Rp 196.500

Tips agar HPP Tidak Bocor

Pertama, catat semua biaya secara digital. Selain itu kamu juga harus memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis agar arus kas tercatat rapi.

Pencatatan yang sistematis ini sangat membantu dalam menghitung HPP secara akurat.

Kemudian, lakukan review HPP secara berkala. Harga kain dan upah konveksi bisa berubah setiap kuartal, terutama menjelang musim Lebaran atau awal tahun ajaran baru.

Oleh karena itu, perbarui kalkulasi Anda minimal tiga bulan sekali.

Jangan pernah menebak harga. Selalu kembalikan harga jual ke rumus, bukan ke “feeling” pasar atau sekadar mengikuti harga kompetitor.***

Share this :