SJA TEXTILE – Ada istilah knit dan woven di dunia textile, kalau kamu bingung apa perbedaan knitting dan woven, kamu nggak sendirian, artikel ini akan membahas semuanya.
Perbedaan knitting dan woven sebenarnya cukup mendasar, tapi jarang dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Memilih kain di antara keduanya bisa berdampak langsung ke hasil jahitan, kenyamanan produk, bahkan kepuasan konsumen.
Apa Itu Kain Knitting?
Kain knitting atau kain rajut adalah kain yang dibuat dari satu atau beberapa benang yang saling terkait membentuk loop.
Bentuknya seperti rajutan tangan, tapi dilakukan oleh mesin rajut dengan presisi tinggi.
Karena strukturnya berupa loop yang saling menyambung, kain knitting punya elastisitas natural.
Kain ini bisa meregang ke berbagai arah dan akan kembali ke bentuk semula.
Itulah kenapa kaos, kaus kaki, dan pakaian olahraga hampir selalu menggunakan konstruksi knit.
Karakter utama kain knitting:
- Stretchy: mengikuti bentuk tubuh dengan nyaman
- Lembut dan fleksibel: enak dipakai untuk aktivitas bergerak
- Breathable: sirkulasi udara lebih baik karena struktur loop yang lebih terbuka
- Tidak mudah sobek di jahitan: karena seratnya bisa meregang sebelum putus
Contoh kain knitting atau kain rajut di toko kain SJA Textile adalah Bianca Knit dengan komposisi rayon dan spandex dan BAMBOO SKIN™️ AirLite 40s dengan komposisi bamboo × spandex.
Apa Itu Kain Woven?
Kain woven adalah kain yang dibuat dengan cara menenun, yaitu dua set benang saling silang secara horizontal dan vertikal membentuk struktur yang rapat dan stabil.
Karena benangnya dikunci oleh silangan, kain woven tidak punya elastisitas natural. Kain ini stabil, strukturnya rapi, dan tampilannya lebih formal.
Itulah kenapa kemeja, celana formal, blazer, dan kain dress premium hampir selalu menggunakan konstruksi woven.
Karakter utama kain woven:
- Stabil dan tidak melar: bentuk potongan terjaga dengan baik
- Rapi dan structured: cocok untuk siluet yang terdefinisi
- Lebih tahan lama: struktur silangan benang lebih kuat
- Perlu jahitan yang presisi: kain tidak akan “memaafkan” jahitan yang tidak rapi
Contoh kain woven dari toko kain SJA Textile adalah Céline Premium Polyester, Papillon Cotton, dan Shelby Twill.
Perbedaan Knitting dan Woven Secara Langsung
| Aspek | Kain Knitting | Kain Woven |
| Cara pembuatan | Loop benang yang saling terkait | Benang disilang secara horizontal & vertikal |
| Elastisitas | Stretchy natural (2 atau 4 arah) | Tidak elastis (kecuali ada spandex tambahan) |
| Drape / jatuh | Mengikuti tubuh, fleksibel | Structured, terjaga bentuknya |
| Kemudahan jahit | Butuh teknik khusus (jarum ballpoint) | Lebih familiar, teknik standar |
| Tampilan | Kasual, sporty, atau modern | Formal, rapi, polished |
| Penggunaan umum | Kaos, knit wear, loungewear, rajut | Kemeja, blazer, dress, outer |
| Cocok untuk | Pakaian yang butuh kenyamanan gerak | Pakaian yang butuh struktur siluet |
Kapan Harus Pilih Kain Knitting?

Pilih kain knitting atau kain rajut kalau desain kamu membutuhkan:
- Pakaian yang harus mengikuti bentuk tubuh seperti fitted dress, bodysuit, legging, atau kaos slim fit.
- Koleksi yang mengutamakan kenyamanan gerak seperti loungewear, activewear, kidswear.
- Item kasual dengan tampilan modern seperti kaos oversized, knit top, atau outer rajut.
- Produk yang akan sering dicuci dan dipakai karena knitting tahan terhadap penggunaan intensif
Namun, menjahit kain knitting membutuhkan teknik berbeda menggunakan jarum ballpoint, benang yang punya sedikit stretch, dan biasanya mesin yang bisa menjahit stitch zigzag atau overlook.
Kapan Harus Pilih Kain Woven?

Pilih kain woven kalau desain kamu membutuhkan:
- Siluet yang structured dan terdefinisi seperti kemeja, blazer, celana formal, atau skirt A-line
- Kain yang tidak melar dan tahan bentuk seperti detail pleats, puff, atau potongan geometric
- Tampilan yang lebih polished dan elegan seperti dress formal, abaya, one set semi-formal
- Produk dengan detail finishing yang presisi karena kain woven memperlihatkan kualitas jahitan dengan lebih jelas
Kain woven juga lebih mudah dipotong secara presisi karena tidak meregang saat proses cutting.
Hal ini menguntungkan untuk produksi massal yang butuh konsistensi ukuran.
Kalau kamu mampir ke toko kain, biasanya kain woven lebih mudah dikenali dari penampilannya yang rapi dan structured.
Cara Gampang Membedakannya
Nggak yakin kain yang kamu pegang itu knitting atau woven? Coba dua tes sederhana ini.
- Tes stretch
Tarik kainnya ke arah horizontal. Kalau bisa meregang dan kembali, itu kemungkinan besar knitting. Kalau tidak meregang sama sekali, itu woven.
- Tes tepi kain
Lihat tepi kain yang belum diobras. Kain knitting biasanya akan menggulung ke dalam, sementara kain woven akan lebih diam di tempatnya.
Dua tes ini tidak 100% akurat, tapi cukup membantu sebagai panduan cepat ketika kamu mengunjungi toko kain.
Mana yang Cocok untuk Brand Kamu?
Tidak ada yang lebih baik antara kain knitting dan kain woven, keduanya punya kelebihan yang saling melengkapi.
Namun, yang paling penting adalah mencocokkan karakter kain dengan tujuan desain kamu.
Kalau brand kamu fokus di kenyamanan, casual wear, atau activewear, maka knitting adalah pilihan utama.
Tapi jika brand kamu fokus di siluet yang polished, semi-formal, atau structured, maka woven lebih tepat.
Atau kamu mau membangun koleksi yang komprehensif? Banyak brand sukses yang pakai keduanya sekaligus.
Knitting untuk lini kasual dan woven untuk lini yang lebih elevated.
Kalau kamu ingin eksplor lebih jauh, SJA Textile adalah toko kain di Bandung yang menyediakan kedua kategori kain ini dalam berbagai pilihan bahan premium.
Mulai dari kain rajut hingga woven poplin dan twill.
Sebagai toko kain dengan konsep fabric boutique, kamu bahkan bisa konsultasi bersama fabric consultant untuk mendapatkan rekomendasi yang lebih personal.
Langsung kunjungi tokonya atau cek koleksi di sjatextile.com hubungi kami sekarang!
FAQ: Perbedaan Kain Knitting dan Woven
Perbedaan knitting dan woven ada di cara pembuatannya.
Kain knitting dibuat dari loop benang yang saling terkait sehingga punya elastisitas natural.
Sementara kain woven dibuat dengan menyilangkan benang secara horizontal dan vertikal sehingga hasilnya stabil dan tidak melar.
Inilah yang bikin kaos terasa stretchy tapi kemeja tidak.
Untuk kaos, kain knitting adalah pilihan yang tepat.
Karakternya yang stretchy membuat kaos nyaman dipakai dan dapat mengikuti bentuk tubuh.
Sedangkan kain woven yang kaku tidak akan memberikan kenyamanan yang sama untuk pakaian daily wear seperti kaos.
Kain woven murni tidak punya stretch natural.
Namun, beberapa kain woven modern ditambahkan spandex atau elastane dalam komposisinya sehingga terasa sedikit lebih elastis, biasanya disebut stretch woven.
Untuk kebutuhan stretch yang signifikan, kain knitting tetap pilihan yang lebih tepat.
Bisa, namun kamu perlu memperhatikan beberapa hal.
Beberapa kain knitting premium, terutama yang punya gramasi cukup dan konstruksi yang stabil cocok untuk busana formal.
Tapi untuk tampilan yang benar-benar polished dan structured seperti blazer atau kemeja formal, kain woven tetap lebih ideal karena karakternya yang rapi dan tidak melar.



