Perbedaan Weaving dan Knitting: Panduan Memilih Jenis Kain yang Tepat

SJA TEXTILE – Dalam dunia fashion memahami perbedaan weaving dan knitting menjadi langkah penting sebelum menentukan jenis kain.

Di SJA Textile, kedua konstruksi kain ini tersedia dengan karakter dan fungsi yang berbeda.

Melalui artikel ini, kamu akan memahami perbedaan weaving dan knitting secara menyeluruh, mulai dari konstruksi, jenis serat, hingga contoh aplikasinya.

Mengenal Dua Jenis Konstruksi Kain: Woven dan Knitted

Secara umum, kain terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan konstruksinya, yaitu woven (weaving) dan knitted (knitting).

1. Woven (Weaving)

    Woven adalah kain yang dibuat dengan teknik tenun silang antara benang lungsin dan pakan.

    Karena konstruksinya yang saling mengikat kuat, kain woven cenderung stabil dan rapi.

    Kain woven umumnya digunakan untuk:

    • Kemeja
    • Blouse
    • Dress formal
    • Outer dan busana berstruktur

    2. Knitted (Knitting)
    Sementara itu, knitted dibuat dengan teknik rajut (looping) sehingga menghasilkan kain yang lebih elastis dan fleksibel.

    Kain knitting banyak digunakan untuk:

    • Kaos
    • Dress kasual
    • Outfit santai dan daily wear

    Jenis Serat (Fiber) pada Kain

    Selain konstruksi, jenis serat juga sangat memengaruhi karakter kain. Secara garis besar, serat kain terbagi menjadi natural fiber dan synthetic fiber.

    1. Natural Fiber

    Natural fiber berasal dari alam, baik dari tanaman maupun hewan.

    • Plant-based fiber (berbasis tumbuhan)
      Contohnya adalah cotton dan cellulose-based fiber.

    Cellulose-based fiber meliputi:

    • Viscose
    • Rayon
    • Modal
    • Micro Modal
    • Lyocell
    • Bamboo

    Di toko kain Bandung SJA Textile juga menyediakan kain yang menggunakan serat TENCELâ„¢ yang dikenal sebagai serat berkelanjutan.

    Serat ini berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab, proses produksinya ramah lingkungan, serta bersifat biodegradable, sehingga dapat terurai secara alami di tanah maupun air.

    2. Synthetic Fiber

    Synthetic fiber dibuat melalui proses kimia, seperti polyester (PE) dan turunannya. Serat ini dikenal lebih tahan lama, mudah dirawat, dan stabil untuk berbagai kebutuhan produksi massal.

    Jenis Konstruksi Weaving di SJA Textile

    Pada kain woven, terdapat beberapa jenis teknik tenun, antara lain:

    • Flat Weave
      Konstruksi rata dan sederhana, cocok untuk tampilan clean dan rapi.
    • Twill Weave
      Memiliki garis diagonal khas, konstruksinya lebih kuat dan mengikat. Cocok untuk kemeja atau busana yang membutuhkan struktur lebih kokoh.
    • Dobby Weave
      Ditandai dengan motif atau tekstur khusus hasil tenunan, memberikan nilai estetika tambahan tanpa perlu printing.

    Jenis Konstruksi Knitting di SJA Textile

    Untuk kain knitting, berikut jenis yang umum digunakan:

    • Single Knit
      Contohnya Cotton Compact. Cocok untuk kaos basic karena ringan dan nyaman.
    • Double Knit
      Lebih tebal dan stretchy, contohnya:
    • Interlock Knit
      Sekilas mirip single knit, namun bagian depan dan belakang kain memiliki tampilan yang sama. Jenis ini juga tersedia untuk kebutuhan Print Lab di SJA Textile.

    Pilih Kain Sesuai Kebutuhan Produksi

    Memahami perbedaan weaving dan knitting membantu kamu memilih kain yang tepat sesuai desain, fungsi, dan target pasar.

    Weaving unggul untuk tampilan rapi dan struktural, sementara knitting ideal untuk kenyamanan dan fleksibilitas.***

    Share this :