Ada pertanyaan?

Isi form singkat, tim kami segera hubungi.

Penyebab Kulit Gatal pada Anak, Cek 5 Hal Ini di Bajunya

SJA TEXTILE – Penyebab kulit anak gatal sering kali datang dari hal yang paling dekat dengannya, yaitu bajunya sendiri.

Bahan yang kurang cocok, jahitan yang kasar, kain yang terlalu tebal, sisa pewarna, hingga residu deterjen bisa memicu iritasi, lalu membuat anak rewel tanpa bisa menjelaskan apa yang mengganggunya.

Karena itu, sebelum mencari penyebab lain, cek 5 hal ini di bajunya.

Kenapa Baju Bisa Jadi Penyebab Kulit Anak Gatal?

Kulit anak lebih tipis dan lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Akibatnya, gesekan kecil, keringat yang terperangkap, atau sisa bahan kimia di kain bisa langsung memicu reaksi.

Sementara itu, anak kecil belum bisa mengatakan “bajuku bikin gatal”. Mereka hanya menunjukkannya lewat tangisan, gelisah, dan sulit tidur.

Situasi ini persis seperti yang dialami Laras dalam series PULANG dari SJA Textile.

Ia melewati malam panjang menenangkan anaknya yang rewel, sambil bertanya-tanya baju apa yang sebenarnya cocok untuk si kecil.

Banyak orang tua mengalami hal serupa, dan jawabannya sering kali ada di detail baju yang luput dari perhatian.

Cek 5 Hal Ini di Bajunya Sebelum Anak Makin Rewel

1. Komposisi Kain

Periksa komposisi kain lebih dulu. Katun memang berasal dari serat alami dan banyak dipakai untuk baju anak.

Namun, tidak semua katun terbukti aman untuk kulit sensitif. Oleh karena itu, pilih kain yang sudah bersertifikat OEKO-TEX Standard 100, seperti Pivoine Lyocell dan Bamboo Skin.

Sertifikasi ini menandakan kain sudah melalui pengujian terhadap zat berbahaya.

2. Jahitan Dalam

Jahitan yang kasar menggesek kulit setiap kali anak bergerak, dan gesekan berulang mudah memicu iritasi.

Selain itu, benang yang dipakai saat menjahit ikut memengaruhi handfeel pakaian.

Karena itu, pilih baju dengan benang jahit katun, yang lebih aman dan disarankan untuk kulit sensitif.

3. Ketebalan Kain

Kain yang terlalu tebal membuat anak gerah dan panas. Suhu yang terperangkap di balik baju membuat kulit lembap, dan kulit yang lembap lebih mudah iritasi.

Akibatnya, anak yang aktif bergerak bisa mengalami biang keringat, terutama di area yang tertutup pakaian.

Pilih kain yang ringan dan bersirkulasi baik agar kulit tetap kering.

4. Bebas Kimia dan Pewarna Berbahaya

Proses pewarnaan kain kerap menyisakan residu kimia yang bisa memicu alergi.

Untuk menghindarinya, cari kain dengan sertifikasi OEKO-TEX, yang terbukti bebas zat berbahaya dan ramah untuk kulit sensitif.

Dengan begitu, orang tua tidak perlu menebak-nebak keamanan bahan dari tampilan luarnya saja.

5. Label Perawatan dan Cara Mencuci

Deterjen dan pewangi yang berlebihan meninggalkan residu yang tidak terlihat mata.

Baju yang tampak bersih belum tentu bebas residu. Maka, pilih deterjen yang gentle dan pakai sesuai takaran.

Residu yang tertinggal di pakaian dapat memicu alergi dan iritasi pada kulit anak, jadi bilas baju sampai benar-benar bersih.

Baju Baru Bikin Gatal? Cuci Dulu Sebelum Dipakai

Banyak orang tua mengeluh baju baru bikin anak gatal. Salah satu langkah paling sederhana adalah mencuci baju baru dengan deterjen yang lembut sebelum dipakaikan.

Pakaian baru bisa membawa sisa proses produksi, sehingga pencucian awal membantu mengurangi risikonya.

Meski begitu, pencucian tidak menggantikan pentingnya memilih kain yang sudah teruji sejak awal.

Mau Aman? Mulai dari Memilih Kain yang Tepat

Bamboo skin tanboocel kelebihan dan kekurangan dari toko kain bandung sja textile

Kalau kelima hal di atas terasa merepotkan, mulailah dari sumbernya yaitu kain.

Bahan Bamboo Skin terbuat dari serat bamboo tanboocel yang sudah terbukti hypoallergenic dan anti bacterial.

Begitu juga dengan kain lyocell Pivoine terbuat dari serat eucalyptus yang juga 99,5% anti bakteri.

Secara khusus, bahan Bamboo Skin juga punya cooling effect, sehingga tetap adem meski dipakai seharian.

Kombinasi ini membuat keduanya cocok untuk baju anak dengan kulit sensitif, mulai dari baju harian sampai baju Lebaran.

Mengenal kain Lyocell Pivoine SJA Textile Toko Kain Bandung

Kapan Harus ke Dokter?

Tips di atas membantu mengurangi pemicu dari sisi pakaian, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis.

Jika gatal terus berlanjut, muncul ruam yang meluas, kulit melepuh, atau anak tampak sangat tidak nyaman, segera konsultasikan ke dokter anak agar penyebabnya bisa dipastikan.

FAQ Seputar Penyebab Kulit Anak Gatal

Apa penyebab kulit anak gatal setelah pakai baju?

Penyebabnya bisa berasal dari komposisi kain, jahitan yang kasar, kain yang terlalu tebal dan bikin gerah, residu pewarna atau bahan kimia, serta sisa deterjen yang tertinggal di pakaian.

Apa penyebab kulit anak gatal setelah pakai baju?

Penyebabnya bisa berasal dari komposisi kain, jahitan yang kasar, kain yang terlalu tebal dan bikin gerah, residu pewarna atau bahan kimia, serta sisa deterjen yang tertinggal di pakaian.

Kenapa baju baru bikin anak gatal?

Baju baru bisa membawa sisa bahan kimia dari proses produksi dan pewarnaan. Cuci baju baru dengan deterjen yang gentle sebelum dipakai, lalu pilih kain bersertifikat OEKO-TEX untuk risiko yang lebih rendah.

Apakah bahan katun selalu aman untuk kulit sensitif anak?

Tidak selalu. Katun memang berasal dari serat alami, tetapi tidak semua katun terbukti aman. Pilih kain yang bersertifikat OEKO-TEX Standard 100 agar keamanannya lebih terjamin.

Bahan baju apa yang aman untuk kulit anak yang sensitif?

Kain berserat lembut dan bersertifikat OEKO-TEX, seperti Pivoine Lyocell dan Bamboo Skin, yang terbukti anti bacterial, hypoallergenic, biodegradable cocok untuk kulit sensitif

Apa itu OEKO-TEX Standard 100?

OEKO-TEX Standard 100 adalah sertifikasi yang menandakan tekstil telah diuji dan terbukti bebas dari zat berbahaya, sehingga lebih aman untuk kulit sensitif.

Apakah deterjen bisa membuat kulit anak gatal?

Bisa. Deterjen dan pewangi berlebihan meninggalkan residu yang tidak terlihat. Karena itu, pakai deterjen yang gentle sesuai takaran dan bilas baju sampai bersih.

Kesimpulan

Penyebab kulit anak gatal tidak selalu rumit. Sering kali, jawabannya ada di lima hal sederhana: komposisi, jahitan dalam, ketebalan, kandungan kimia dan pewarna, serta cara mencuci.

Dengan mengecek kelimanya, orang tua bisa mengurangi pemicu iritasi sekaligus membuat anak lebih nyaman.

Untuk langkah paling praktis, mulailah dari kainnya. Bamboo Skin dan Pivoine Lyocell dari SJA Textile bisa jadi pilihan awal yang lembut, adem, dan bersertifikat OEKO-TEX Standard 100.

Pegang handfeel bahan Bamboo Skin dan kain Lyocell di toko kain SJA Textile dan konsultasi gratis dengan Fabric Consultant.***

Share this :