TYGRKNIT – Merawat baju bahan athleisure dengan cara yang tepat membantu menjaga elastisitas, warna, struktur, dan kenyamanannya lebih lama.
Meskipun pakaian athleisure dirancang untuk mendukung mobilitas, proses pencucian yang terlalu kasar atau penggunaan suhu tinggi tetap dapat membuat kain cepat melar, pudar, atau kehilangan bentuk.
Selain itu, setiap bahan athleisure mempunyai karakter yang berbeda. Cotton Compact, misalnya, lebih menonjolkan kenyamanan dan daya serap khas katun.
Sementara itu, SupaKnit menggabungkan polyester, cotton, dan elastane untuk menghasilkan pakaian yang fleksibel, rapi, dan cepat kering.
Oleh karena itu, metode perawatannya tidak bisa selalu disamakan. Namun, label perawatan tetap menjadi acuan utama sebelum pakaian dicuci, dikeringkan, atau disetrika.
Cara paling aman merawat pakaian athleisure adalah mencucinya dengan air dingin, menggunakan detergen lembut, dan memilih mode pencucian gentle.
Selain itu, balik pakaian sebelum dicuci, hindari pelembut berlebihan, lalu keringkan di tempat teduh tanpa suhu tinggi.
Khusus untuk pakaian yang mengandung elastane atau mempunyai fitur quick dry, panas berlebihan dapat memengaruhi fleksibilitas dan performa kain.
Karena itu, hindari mesin pengering bersuhu tinggi kecuali label pakaian memperbolehkannya.
Kenapa Pakaian Athleisure Membutuhkan Perawatan Khusus?
Pakaian athleisure biasanya menggunakan bahan knit, campuran serat, atau material yang membantu pakaian mengikuti gerakan tubuh.
Selain itu, beberapa kain juga mempunyai fitur quick dry, elastisitas, dan struktur double face.
Namun, fungsi tersebut dapat menurun jika pakaian terlalu sering terkena panas tinggi atau proses pencucian yang kasar.
Misalnya, elastane dapat kehilangan fleksibilitas, sedangkan permukaan knit dapat lebih cepat berbulu akibat gesekan.
Oleh sebab itu, hindari beberapa hal berikut:
- Air yang terlalu panas
- Putaran mesin terlalu kuat
- Pemutih berbahan keras
- Pelembut pakaian berlebihan
- Mesin pengering bersuhu tinggi
- Setrika dengan temperatur tinggi
- Gesekan dengan resleting atau velcro
Dengan demikian, perawatan pakaian athleisure perlu berfokus pada metode yang lembut serta penggunaan suhu rendah.
Cara Merawat Baju Bahan Athleisure
1. Baca Label Perawatan Sebelum Mencuci
Pertama, periksa label yang terpasang pada pakaian.
Meskipun dua pakaian sama-sama masuk kategori athleisure, komposisi kainnya belum tentu sama.
Sebagai contoh, satu produk mungkin menggunakan 100% cotton, sedangkan produk lainnya memakai kombinasi polyester, cotton, dan elastane.
Karena itu, label perawatan biasanya memberikan petunjuk mengenai:
- Suhu air
- Penggunaan mesin cuci
- Metode pengeringan
- Suhu setrika
- Penggunaan pemutih
- Kebutuhan dry cleaning
Dengan mengikuti petunjuk tersebut, risiko perubahan ukuran, warna, dan struktur kain dapat ditekan.
2. Pisahkan Pakaian Berdasarkan Warna dan Jenisnya
Selanjutnya, pisahkan pakaian berwarna gelap, terang, dan putih.
Selain berdasarkan warna, pisahkan pula pakaian athleisure dari jeans, handuk, jaket beresleting besar, atau pakaian dengan velcro.
Sebab, material tersebut dapat menciptakan gesekan yang lebih kuat dan berisiko merusak permukaan kain knit.
Sebagai perlindungan tambahan, masukkan pakaian ke dalam laundry bag. Dengan begitu, pakaian tidak terlalu banyak bergesekan selama proses pencucian.
3. Balik Pakaian Sebelum Dicuci
Sebelum mencuci, balik bagian dalam pakaian ke luar.
Langkah sederhana ini membantu mengurangi gesekan langsung pada permukaan luar kain.
Selain itu, cara tersebut dapat menjaga warna, logo, printing, dan detail dekoratif agar tidak cepat terlihat aus.
Khusus untuk pakaian yang sering terkena keringat, mencuci dari sisi dalam juga membantu membersihkan bagian yang paling banyak bersentuhan dengan kulit.
4. Gunakan Air Dingin
Air dingin menjadi pilihan yang lebih aman untuk banyak jenis pakaian athleisure.
Sebaliknya, air panas dapat meningkatkan risiko penyusutan pada bahan katun.
Selain itu, suhu tinggi juga dapat memengaruhi fleksibilitas pakaian yang mengandung elastane.
Oleh karena itu, gunakan air dingin atau suhu rendah, kecuali label produk memberikan petunjuk berbeda.
5. Pilih Detergen yang Lembut
Setelah menentukan suhu air, gunakan detergen secukupnya dan hindari formula yang terlalu keras.
Detergen berlebihan tidak otomatis membuat pakaian lebih bersih. Sebaliknya, residunya dapat tertinggal pada kain sehingga handfeel terasa kurang nyaman.
Karena itu, pilih detergen yang:
- Mudah dibilas
- Tidak mengandung pemutih keras
- Cocok untuk pakaian berwarna
- Tidak mempunyai formula terlalu abrasif
Kemudian, larutkan detergen sebelum memasukkan pakaian. Dengan demikian, cairan tidak terkonsentrasi pada satu bagian kain.
6. Hindari Pelembut Pakaian Berlebihan
Pelembut pakaian memang dapat membuat kain terasa lebih licin. Namun, penggunaannya secara berlebihan bisa meninggalkan lapisan pada permukaan kain.
Pada bahan quick dry, lapisan tersebut berpotensi mengurangi kemampuan kain dalam mengelola kelembapan.
Oleh sebab itu, kurangi atau hindari pelembut untuk pakaian dengan fitur performa.
Jika tetap ingin menggunakannya, ikuti petunjuk dari produsen pakaian dan gunakan dalam jumlah minimal.
7. Gunakan Mode Gentle
Jika menggunakan mesin cuci, pilih mode gentle atau delicate dengan putaran rendah.
Putaran yang terlalu kuat dapat menarik jahitan, neckline, waistband, atau bagian kain yang mengandung elastane. Karena itu, mode pencucian lembut menjadi pilihan yang lebih aman.
Sementara itu, jika mencuci dengan tangan:
- Larutkan detergen terlebih dahulu.
- Rendam pakaian sebentar.
- Tekan kain secara perlahan.
- Hindari mengucek atau memelintir pakaian.
- Bilas hingga tidak ada sisa detergen.
Dengan cara tersebut, struktur pakaian dapat tetap terjaga.
8. Jangan Membiarkan Pakaian Berkeringat Terlalu Lama
Setelah digunakan, jangan membiarkan pakaian yang lembap dan berkeringat menumpuk terlalu lama dalam tas atau keranjang tertutup.
Sebaliknya, angin-anginkan pakaian terlebih dahulu jika belum dapat langsung mencucinya. Langkah ini membantu mengurangi kelembapan dan mencegah aroma tidak sedap.
Namun, jangan menjemur pakaian kotor terlalu lama di bawah matahari langsung. Sebab, keringat dan noda dapat semakin menempel pada serat kain.
9. Hindari Memeras dengan Kasar
Setelah dibilas, jangan memelintir pakaian secara kuat.
Sebagai gantinya, tekan kain secara perlahan untuk mengeluarkan air. Kemudian, untuk pakaian yang lebih berat, letakkan di atas handuk bersih dan gulung handuk agar menyerap kelebihan air.
Dengan demikian, bentuk pakaian tetap terjaga, terutama pada area bahu, neckline, pinggang, dan sambungan jahitan.
10. Keringkan secara Alami di Tempat Teduh
Selanjutnya, keringkan pakaian di area teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
Suhu tinggi dari mesin pengering dapat memengaruhi cotton, polyester, maupun elastane.
Selain itu, paparan matahari terik secara terus-menerus dapat membuat warna lebih cepat pudar.
Untuk T-shirt dan atasan ringan, gunakan hanger yang sesuai. Namun, jika bahan knit terasa berat saat basah, keringkan secara mendatar agar bagian bahu tidak tertarik.
11. Setrika dengan Suhu Rendah
Tidak semua pakaian athleisure membutuhkan setrika. Meskipun begitu, jika pakaian terlihat kusut, gunakan suhu rendah.
Setrika dari sisi dalam dan hindari menekan logo, sablon, atau detail reflektif secara langsung. Selain itu, gunakan kain pelapis tipis bila diperlukan.
Khusus untuk bahan yang mengandung elastane, jangan menggunakan suhu tinggi. Sebab, panas berlebihan dapat memengaruhi fleksibilitas serat.
12. Simpan dalam Kondisi Bersih dan Kering
Terakhir, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan.
Kemudian, lipat pakaian knit atau athleisure yang cukup berat agar bentuk bahunya tidak berubah.
Sementara itu, untuk outer ringan, gunakan hanger dengan bentuk bahu yang lebar dan tidak tajam.
Selain itu, jangan memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam satu lemari. Dengan ruang penyimpanan yang cukup, pakaian tidak mudah kusut atau kehilangan bentuk.
Cara Merawat Bahan Athleisure Cotton Compact dan SupaKnit
Cotton Compact
Cotton Compact mempunyai karakter lembut, breathable, dan nyaman untuk active basics. Karena berbasis cotton, kain ini perlu dijauhkan dari air dan pengering bersuhu tinggi agar ukuran serta bentuknya tetap terjaga.
Oleh karena itu, lakukan perawatan berikut:
- Cuci dengan air dingin
- Gunakan detergen lembut
- Pilih mode gentle
- Hindari pengering bersuhu tinggi
- Jemur di tempat teduh
- Setrika sesuai petunjuk label
Selain itu, Cotton Compact sering digunakan untuk T-shirt, inner, dan active top. Karena itu, perhatikan bentuk neckline serta bagian bahu selama pencucian dan pengeringan.
SupaKnit

Sementara itu, SupaKnit menggabungkan polyester, cotton, dan elastane. Kain ini juga mempunyai karakter quick dry serta konstruksi double face knit.
Untuk menjaga fleksibilitas dan tampilannya:
- Gunakan air dingin
- Hindari pemutih keras
- Kurangi penggunaan pelembut
- Pilih putaran rendah
- Jangan memeras dengan kasar
- Hindari panas tinggi
- Keringkan secara alami
- Setrika pada suhu rendah jika diperlukan
Selain itu, rapikan bentuk pakaian sebelum dikeringkan. Dengan begitu, siluetnya tetap terlihat clean setelah pakaian kering.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Saat merawat pakaian athleisure, hindari beberapa kebiasaan berikut:
- Menggunakan air panas
- Menuangkan detergen langsung ke kain
- Menggunakan pemutih keras
- Memakai pelembut secara berlebihan
- Mencuci bersama velcro atau resleting tajam
- Memeras pakaian dengan kuat
- Menggunakan mesin pengering bersuhu tinggi
- Menyetrika logo dan elastane dengan panas tinggi
- Menyimpan pakaian dalam kondisi lembap
Dengan menghindari kebiasaan tersebut, pakaian dapat mempertahankan fungsi dan tampilannya lebih lama.
FAQ
Boleh jika label perawatan mengizinkannya. Namun, gunakan air dingin, mode gentle, putaran rendah, dan laundry bag untuk mengurangi gesekan.
Sebaiknya batasi penggunaannya. Sebab, pelembut dapat meninggalkan lapisan pada kain dan berpotensi mengurangi fungsi pengelolaan kelembapan.
Periksa label terlebih dahulu. Secara umum, pengeringan alami pada suhu rendah lebih aman untuk menjaga elastane, ukuran, dan struktur kain.
Kembangkan Koleksi Athleisure bersama TYGRKNIT
Pilih bahan sesuai fungsi produk, lalu lengkapi koleksi dengan instruksi perawatan yang tepat sejak tahap sampling.
Konsultasikan kebutuhan Cotton Compact, SupaKnit, pengembangan desain, serta pengujian sample bersama TYGRKNIT x SJA Textile — The Trusted Fabric Partner Behind Your Brand.




